Tags

, , , ,


Tulisan ini tidak mewakili Sedekah Harian sebagai sebuah organisasi. Tulisan ini hanya berisi coretan tidak penting tentang hiruk pikuknya dapur Sedekah Harian ketika mempersiapkan Rangkaian Program Ulang Tahunnya yang pertama dalam sebulan ini. Selamat Membaca😉

Teddy’s House Penghujung Desember 2012

Ketika orang-orang sibuk mempersiapkan acara liburan menyambut pergantian tahun, sementara kami, relawan Sedekah Harian justru sibuk berkicau berdiskusi kesana kemari di kediaman mba Yayu atau yang biasa kami sebut dengan Teddy’s House.😀

Di bilangan Cikini itu, dari pagi sampai menjelang Maghrib kami sibuk berdiskusi dengan tema ” Mau dibawa Kemana?” *seperti judul lagu ya?:mrgreen: Sedekah Harian ini. Finalisasi struktur kepengurusan, rencana pembuatan yayasan, markas tetap dan beberapa hal lain yang terkait dengan Sedekah Harian kami bahas semuanya. Saking banyaknya poin yang dibahas acara kegiatan untuk persiapan #UltahSH1 yang jatuh pada tanggal 12 Januari 2013 luput dari perhatian kami.😐

Awal Januari 2013

Sepuluh hari menjelang #UltahSH1 masuk pesan di grup WhatsApp dari “Bapak Presiden” untuk membahas kegiatan apa yang akan relawan adakan untuk merayakan #UltahSH1 ini. Sontak saya langsung tepok jidat membayangkan bagaimana mempersiapkan acara yang menarik dan enak dinikmati oleh seluruh follower, mitra sinergi dan para donatur tentunya. Hanya dalam waktu 10 hari dan saya rasa itu tidak mungkin dilakukan.

Perdebatan dan diskusi panjang pun dimulai, hp saya sampai panas dan jari ini rasanya pegal karena terus-terusan diajak senam😆 Dari menentukan hari dan bentuk acara saja sudah memakan waktu diskusi yang cukup panjang. Ternyata dua hari saja belum cukup untuk menyamakan visi. Di hari ketiga barulah kami menemukan satu titik terang, setelah harus bolak balik menggulung layar dari atas ke bawah dan menghabiskan baterai beberapa kali. *lebay*

Tanggal 6 Januari 2013 seluruh relawan kembali berkumpul di Teddy’s House. Dengan semangat Man Jadda Wa Jada akhirnya kami putuskan untuk merangkai beberapa kegiatan selama sebulan ini sebagai bagian acara peringatan #UltahSH1. Karya wisata siswa rumah belajar Sedekah Harian sebagai pembuka dan diakhiri dengan acara talkshow dan peluncuran aplikasi ponsel pintar Sedekah Harian sebagai penutup.

Pagelaran Dimulai

Karya Wisata Siswa Rumbel SH di Kebun Binatang Ragunan

Tanggal 5 Januari 2013, kegiatan Karya Wisata Siswa Rumah Belajar di Ragunan kami putuskan menjadi bagian dari rangkaian kegiatan #UltahSH1 *sedikit curang*:mrgreen: Tema karya wisata ini adalah “English Day.” Jadi semua siswa wajib menggunakan bahasa Inggris selama berinteraksi dalam kegiatan tersebut. Acara ini dipandu oleh Dian yang sehari-harinya juga sebagai relawan sekaligus pengajar di Rumbel Sedekah Harian. Keren!

Mobil Sedekah Harian bersiap menembus banjir

Mobil Sedekah Harian bersiap menembus banjir

12 Januari – 19 Januari 2013 curah hujan di Jakarta dan sekitarnya cukup tinggi. Byur..byur..bunyi hujan di atas genting, airnya turun tidak terkira. Cobalah tengok, dahan dan ranting, pohon dan kebun basah semua. *Kang Suharta, seorang comic sekaligus relawan Sedekah Harian, sengaja mengubah bait Tik..tik.. menjadi byur..byur..supaya tidak menyesatkan katanya:mrgreen:

Rupanya sepanjang hari itu pohon dan kebun tidak hanya sekedar basah tapi juga tergenangi oleh air. Pandeglang menjadi lokasi pertama yang kami singgahi untuk membantu korban banjir disana. Berturut-turut Tangerang dan juga Jakarta tak luput jadi sasaran target karena memang banyak sekali yang membutuhkan bantuan.

Penyaluran Bantuan di Posko Pengungsian Tangerang

Bahan Kebutuhan Pokok untuk Para Pengungsi Siap di Distribusikan

ACT, RZI, PKPU, Dompet Dhuafa, FPI dan berbagai NGO bahu membahu mendirikan posko banjir untuk membantu meringankan musibah yang diderita warga di Jabodetabek akibat banjir yang cukup parah. Tak ketinggalan juga kami, Relawan Sedekah Harian turut bergerak bersama dengan Rombongan Makelar Sedekah mendistribusikan bantuan untuk para korban banjir di posko-posko pengungsian di daerah Tangerang juga Jakarta.

700-an Pengungsi di Masjid Mujahidin, Gembor, Priuk, Tangerang.

700-an Pengungsi di Masjid Mujahidin, Gembor, Priuk, Tangerang.

Banjir saat itu benar-benar melumpuhkan Jakarta dan sekitarnya, kerugian ditaksir sampai 1 trilyun rupiah. Dan siapa yang harus disalahkan? Tak perlu saling menyalahkan karena bencana banjir ini adalah tanggungjawab bersama dan harus ditanggulangi bersama pula. Baca juga kisah pilu saya kala terjebak banjir di Jl. Angkasa Raya Kemayoran Jakpus disini.  Tragis!

Master Depok vs Bebek Tiktok

Container yang disulap menjadi ruang belajar

Container yang disulap menjadi ruang belajar

Selain aksi di atas kami juga punya rangkaian aksi di Malang, Medan dan juga Depok yang dikomandoi oleh Dwi . Depok kami pilih karena disana ada beberapa relawan yang siap membantu dan juga komunitas Stand Up Indo Depok yang siap diajak untuk bersinergi. Masjid Terminal (Master) Depok kami pilih sebagai lokasi, karena disamping lokasinya yang strategis disini juga ada sekolah yang cukup unik.

Saya katakan unik karena sekolah Master bangunannya terbuat dari container yang disusun dan di cat dengan cantiknya. Tak terbayang sebelumnya dalam pikiran saya container bisa dialihfungsikan sebagai ruang kelas yang cukup representatif. Ide yang cukup kreaitf dan inovatif menurut saya.

Sekolah Master adalah sekolah GRATIS yang dikhususkan kepada anak-anak dhuafa yang bermukim disekitar terminal Depok. Jadi jangan kaget kalau sewaktu Anda berkunjung kesana Anda akan berjumpa dengan anak-anak punk, atau anak-anak muda bertato. Mereka semua anak Master yang cukup ramah dan bersahabat.:mrgreen:

Anak-anak master menyuguhi kami pertunjukan yang luar biasa. Mulai dari permainan perkusi dari barang-barang bekas, musik rap dengan lagu khas anak jalanan juga ada pertunjukan beat box yang cukup energik. Selain itu penampilan dari para comic Stand up Indo Depok tak ketinggalan mengocok perut peserta yang hadir.

Yang mengejutkan adalah kesediaan Bapak Walikota Depok H. Nur Mahmudi Isma’il tokoh politik dari PKS turut serta memeriahkan acara siang itu. Seperti pejabat kebanyakan beliau hadir dengan kawalan sejumlah bodyguard, yang luput dari perhitungan kami. Sehingga kami terpaksa merelakan jatah konsumsi untuk relawan dan panitia berpindah tangan.😐

Bapak Nur Mahmudi Ismail antusias menjelaskan apa itu ODNR

Bapak Nur Mahmudi Ismail ditemani kang Suharta sebagai MC tampak antusias menjelaskan apa itu ODNR

Dalam kesempatan itu Bapak Walikota menjelaskan pentingnya mendiversivikasi nasi dengan sumber kabohidrat lainnya seperti jagung atau umbi-umbian. Konsumsi beras di Indonesia cukup besar bila dibandingkan dengan negara-negara ASEAN lainnya, sementara pasokan dalam negeri tidak mencukupi untuk konsumsi nasional. Itulah mengapa Pemerintah menggalakkan program One Day No Rice (ODNR).

Dan yang menjadi menu makan siang hari itu adalah sajian Bebek Tik Tok Van Depok dengan paket ODNR dari jagung. Mungkin itu juga yang menjadi daya tarik bagi Bapak Walikota untuk ikut datang menghadiri acara kami.:mrgreen: Selesai acara panitia dan relawan yang kelaparan sepakat untuk berkunjung ke Dapur Bebek Tiktok untuk mencoba langsung aneka olahan daging Tiktok (hasil persilangan antara Itik dan Entok) yang cukup gurih dan lezat. Dagingnya seperti ayam kampung dan baunya juga tidak amis. Maknyusss!

Puncak Ultah yang Bikin Resah

Anak-anak yatim binaan Rumah Zakat Indonesia

Anak-anak yatim Binaan Rumah Zakat Indonesia

Bagaimana tidak resah? Selepas menggelar acara di Depok pada tanggal 19 Januari 2013, Minggu depannya yakni tanggal 27 Januari 2013 kami masih punya satu lagi perhelatan besar. Menggelar puncak #UltahSH1 dengan persiapan yang serba mepet dan serba tentative -meminjam istilah kang Adit.

H-8 belum juga ada update tentang donasi yang cukup menggembirakan. Sementara itu aplikasi untuk smartphone juga belum jelas juntrungannya. Baru pada H-3 perlahan tapi pasti beberapa sponsor menyatakan kesediaannya untuk mendukung acara kami di Gedung Joang’45. Syukur Alhamdulillah yang semula acara puncak nanti pembagian konsumsi kami coret dari daftar akhirnya bisa kami munculkan kembali berkat donasi dari para donatur yang budiman:mrgreen:

H-1 seluruh panitia beradu menjadi zombie, dari pagi hingga keesokan paginya kami semua sama-sama kurang tidur, pikiran dan energi terkuras demi suksesnya acara ditanggal 27 Januari 2013. Kang Abdiel yang baru mendarat di Soetta juga langsung ngacir ke tempat pemesanan Plakat menemani kang Musril. Sementara itu kang Adit harus touring sendirian di tengah malam mengambil kaos pesanan di Baranang Siang, mba Yayu dan Dwi juga sibuk belanja kue pada jam 1 dini hari di pasar Subuh senen dan kemudian mengemasnya dalam kotak konsumsi yang telah kami siapkan sebelumnya. Sementara itu mba Ratna sang komandan Relawan migrainnya sampai kambuh gara-gara kepikiran dengan acara #UltahSH1. Beliau yang sudah hampir mendekat ke Teddy’s House dengan sangat terpaksa batal ngerempong karena kondisi yang tidak fit.

Pak Presiden? Jangan tanya bagaimana sibuknya dia. Bayangkan harus mendesain backdrop, standing banner dan photobooth di hari Sabtu sembari merampungkan aplikasi smartphone yang akan diluncurkan ke esokan harinya. Kang Edisman yang kebagian mengambil proyektor untuk media presentasi di hari minggu tak dinyana motornya ngambek di tengah jalan. Otomatis kang Abdiel yang sudah mendekat ke Gd. Joang’45 harus balik kanan ke Percetakan Negara mengambil proyektor.

Kang Irfan Syauqi Beik, salah satu Dewan Penasehat Sedekah Harian memberikan tausiyahnya

Kang Irfan Syauqi Beik, salah satu Dewan Penasehat Sedekah Harian memberikan tausiyahnya

Syukurlah dengan segala keriuhan menyiapkan acara di hari minggu itu akhirnya acara tersebut dapat berlangsung dengan baik. Kang Ahmad Gozali, Kang Irfan Beik dan Uni Fahira Idris bergantian memberikan paparannya tentang Sedekah. Seluruh anak yatim dan tamu undangan yang hadir tampak cukup antusias menyimak acara dari awal sampai akhir.

Semoga kedepannya, kami dapat menyiapkan acara lebih matang dan lebih baik lagi. Selamat Ulang Tahun yang Pertama untuk Sedekah Harian semoga makin banyak menginspirasi yang lain untuk rajin bersedekah dan berbagi kebaikan.

Salam