Tags

,


Pagi ini saya tertarik dengan tiga sekawan toples berukuran sedang yang berjajar rapi di meja makan. Berisi kepingan-kepingan sereal berbentuk bintang, oval dan pipih. Tangan saya dengan cekatan mengambil bebarapa sendok sereal-sereal itu untuk selanjutnya mencampurnya dengan susu segar. Perfect! Kemudian sayapun berlalu dan mengambil tempat di depan televisi.

Baru beberapa sendok, seorang wanita muda pribumi bersama anaknya duduk di depan saya. Seorang anak laki-laki berambut pirang yang saya taksir baru berusia 5 bulanan. Setengah menit berselang seorang pria bule duduk disebelahnya, kemudian mengambil alih bayi itu dari gendongan ibunya.

Sementara diseberang kanan saya, dua orang kakek-kakek keturunan Tionghoa ramai mengobrol tentang bisnis dan pajak yang harus mereka bayarkan. Singgah sebentar kritikan tentang birokrasi yang masih saja brengsek walaupun ada juga yang sudah berbaik hati dari obrolan mereka berdua. Di pojok kiri, seorang monsieur sedang menikmati fruit mix sambil membaca koran.

Mangkuk sereal saya sudah mengering ketika sang monsieur mengambil buah campurnya untuk yang kedua kali. Saya pun beralih kepada sepotong sosis yang telah dibasahi saus tomat, siap untuk ditamatkan. Sepotong dibagi empat, dengan bentuk, warna dan rasa yang sama.

Tak bisa dibayangkan bagaimana rasanya jika tiap hari harus menyantap makanan yang sama, memiliki warna, tekstur dan rasa yang homogen seperti sosis tadi. Itu baru soal makanan, bagaimana jadinya jika setiap hari saya harus bertemu dengan orang yang sama pula, memiliki ciri-ciri yang sama seperti saya. Sifat, karakter atau kegemaran yang sama, seperti berhadapan dengan diri sendiri saja. Tentulah kehidupan yang saya lalui sangat menjemukan dan sangat menyiksa. Berbeda halnya jika banyak pilihan warna dan rasa, seperti halnya semangkuk sereal  tadi, rasa cokelat, bekombinasi lezat dengan gurih dan renyahnya susu dan sereal-sereal lainnya.

Sesampainya di kamar saya jadi teringat firman Allah SWT di dalam  Al Qur’an, Al Hujuurat ayat 13:

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa – bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. 

Allah telah menciptakan manusia berlainan jenis, berbangsa-bangsa dan bersuku-suku, tentu saja dengan beragam karakter dan kepribadian. Disinilah tugas kita untuk saling mengenal dan memahami semua keragaman yang ada di sekitar kita, segala jenis perbedaan yang bahkan bertolak belakang dengan diri kita. Semua diciptakan oleh Allah bukan untuk saling menjatuhkan atau menghancurkan tetapi untuk saling melengkapi dan menghargai. 

Friends here I am with my own personality. I can’t be you and so can’t You. We have our own character and we just need to understand and respect each others 

Diposkan di Multiply pada 11 Maret 2009 09:23 AM