Tags


Media Online sebagai “New Media”

Kemunculan Media Online seiring dengan perkembangan ICT (Information and Communication Technologies/Teknologi Informasi Komunikasi) yang cukup pesat. Hal ini berpengaruh langsung pada dunia industri komunikasi yang kini makin menjamur di belahan dunia. Media online lahir sebagai bentuk “konvergensi media” dengan dukungan teknologi internet secara massif yang menyajikan lebih komprehensif baiki secara konten, cover-face maupun daya jangkaunya.

Tren yang terjadi saat ini adalah, mulai bergesernya pembaca media tradisional seperti print-papper (koran, majalah, tabloid, dll) karena tawaran media online yang lebih menjanjikan seperti memberikan pilihan kepada pembaca untuk memilih informasi seluas-luasnya kepada pembaca sesuai dengan selera. Disamping itu informasi dan data dapat disajikan secara tekstual, maupun audio-visual sebagai tuntutan zaman di era global.

Sifat Media Online

  1. Real Time. Berita, Informasi, data-fakta dan peristiwa bisa dipublikasikan saat itu juga.
  2. Speed. Disajikan secara cepat dan singkat (ringkas)
  3. Continous. Breaking News informasi secara terus menerus.
  4. Multidimensi.
  5. Instan interactivity. Interaksi secara langsung dalam waktu yang singkat.
  6. Community building. Membangun komunitas secara massif.
  7. Global. Berjangkauan luas, no borderless.

Kentungan Media Online  (baca: Journalism. Principles and Practices of News for The Web – Holcomb Hathaway Publshers, 2005)

  1. Audience Control. Jurnalisme online memungkinkan audience untuk bisa lebih leluasa dalam memilih berita yang ingin didapatkannya.
  2. Nonlienarity. Jurnalisme online memungkinkan setiap berita yang disampaikan dapat berdiri sendiri sehingga audience tidak harus membaca secara berurutan untuk memahami.
  3. Storage and retrieval. Jurnalisme online memungkinkan berita tersimpan dan diakses kembali dengan mudah oleh audience.
  4. Unlimited Space. Jurnalisme online memungkinkan jumlah berita yang disampaikan/ditayangkan kepada audience dapat menjadi jauh lebih lengkap ketimbang media lainnya.
  5. Immediacy. Jurnalisme online memungkinkan informasi dapat disampaikan secara cepat dan langsung kepada audience.
  6. Multimedia Capability. Jurnalisme online memungkinkan bagi tim redaksi untuk menyertakan teks, suara, gambar, video dan komponen lainnya di dalam berita yang akan diterima oleh audience.
  7. Interactivity. Jurnalisme online memungkinkan adanya peningkatan partisipasi audience dalam setiap berita.

Kaidah Penulisan Jurnalisme Online

  1. Kaidah 5W + 1H (What, Who, When, Where, Why and How) bisa diabaikan. Artinya, dalam suatu konteks berita, kaidah tersebut cukup satu atau dua saja untuk ditampilkan sebagai berita online.
  2. Jurnalisme online adalah Jurnalisme Judul. Karena, sifatnya yang ringkas, cepat dan akurat, maka JUDUL dalam berita online harus “eye cathcing”. Sehingga, judul-judul dalam berita online bisa dikemas secara “dramatis, bombastis, ‘nakal’, namun tetap cerdas.”
  3. Tetap berpegang pada kode etik (tidak SARA, dll).

Produk Jurnalisme Online

  1. Mainstream News Sites. Bentuk media online pada umumnya. Situs ini menawarkan pilihan editorial content. Tingkat komunikasi pertisiptorisnya adalah cenderung tertutup atau minimal. Contoh: CNN.com, BBC.com serta berbagai surat kabar online (Media Indonesia Online, Rakyat Merdeka Online dan Koran Tempo Online). Situs berita semacam ini pada dasarnya tak punya perbedaan mendasar dengan jurnalisme yang diterapkan di media cetak atau siaran, dalam hal penyampaian berita, nilai-nilai berita, dan hubungan dengan audiences.
  2. Index dan Category Sites. Jenis jurnalisme ini sering dikaitkan dengan mesin pencari (search engines) tertentu (Seperti Altavista atau Yahoo), perusahaan riset pemasaran (seperti Moreover) atau agensi (Newsindex) dan kadang-kadang bahakn individu yang melakukan usaha (Paperboy). Di sini, jurnalisme online menawarkan links yang mendalam ke situs-situs berita yang ada dimanapun di situs. Links tersebut kadang-kadang dikategorisasi dan bahkan diberi catatan oleh tim editorial. Situs-situs samacam ini umumnya tidak menawarkan banyak editorial content yang diproduksi sendiri, namun terkadang menawarkan ruang untuk chatting atau bertukar berita, tips dan links untuk publik umum.
  3. Meta & Comment Sites. Ini adalah situs tentang media berita dan isu-isu meida secara umum. Kadang-kadang dimaksudkan sebagai pengawas media (misalnya: Mediachannel, Freeom forum, Poynter’s Medianews).Kadang-kadang juga dimaksudkan sebagai situs kategori dan indeks yang diperluas (European Journalism Center Medianews, Europemedia). Editorial contentnya sering diproduksi oleh berbagi jurnalis dan pada dasarnya mendiskusikan content yang lain, yang ditemukan di manapun di internet. Content semacam itu didiskusikan dalam kerangka proses produksi media. “Jurnalisme tentang Jurnalisme” atau meta-journalism semacam ini cukup menjamur.
  4. Shares & Discussion Sites. Ini merupakan situs-situs yang mengeksploitasi tuntutan publik bagi konektivitas, dengan menyediakan sebuah platform untuk mendiskusikan content yang ada di manapun di Internet. Dan kesuksesan internet pada dasarnya memang disebabkan karena publik ingin berkoneksi atau berhubungan dengan orang lain, dalam tingkatan globatl yang tanpa batas. Situs semacam ini bisa dibilang memanfaatkan potensi internet, sebagai sarana untuk bertukar ide, cerita, dan sebagainya. Kadang-kadang dipilih suatau tema spesifik, seperti: aktivitas anti-globalisas berskala dunia (situs Independent Media Centers, atau umumnya dikenal sebagai Indymedia), atau berita-berita tentang komputer (situs Slashdot).

Pemateri: Tri Soekarno Agung, M.Si (Pimred Rakyat Merdeka Online)

Sumber: Rakyat Merdeka Institute

Diposkan di Multiply pada 11 Maret 2009 08:15 AM