Tags


Jember 1 Syawal 1428 H

Tak menyangka akhirnya bisa juga berlebaran di kampung halaman, padahal tak terbersit keinginan untuk berlebaran di rumah tahun ini. Secara sudah mendekati akhir tahun anggaran yang bisa dipastikan volume pekerjaan akan meningkat pun libur bersama yang waktunya singkat serta kondisi kantung yang tidak memungkinkan. Allahu Akbar, sepuluh hari menjelang cuti bersama pemerintah mengeluarkan SKB yang isinya perpanjangan cuti sampai tanggal 19 Oktober, cek harga tiket ternyata masih dalam batas aman neraca keuangan. Akhirnya bisa mudik juga saya. Tak butuh waktu lama seminggu sebelum pulang langsung memesan tiket jurusan Jayapura-Jakarta PP dan dapat harga 2.5 juta padahal sehari kemudian saya cek lagi harga tiket sudah naik 4 jutaa-an. Alhamdulillah … Meski sempat delay dan menunggu lama di Cengkareng terbayar lunas dengan perjumpaan dengan ayah bunda (tidak jadi melatunkan lagu air mata syawalnya Siti Nurhaliza) *Untuk kakak saya yang telah bela-belain naik bus, terimakasih ya. Barakallahu fiik* Setelah hampir tujuh jam menanti sampai juga di Juanda. Tancap gas ke terminal Bungur kemudian naik bus malam jurusan Jember, kota tercinta. Jam tiga dini hari sampai juga di rumah setelah ngojek selama tiga puluh menit dari terminal Tawangalun. Sampai di rumah bukannya disambut dengan karpet merah malah diomelin gara-gara tidak mengabari kalau sudah berada di tanah Jawa.

Berlebaran bersama keluarga membawa kebahagiaan tiada terkira, susah untuk dilukiskan. Bertemu sanak saudara, tetangga jauh dan dekat, serta sahabat lama teman bermain di sawah dan sungai. Itu adalah masa-masa yg sangat menyenangkan dan yang tak kalah seru, opor dan ketupat bikinan emak yang super duper yummy.

3 Syawal 1428 H

Diundang ke Lumajang menghadiri acara akad nikah sekaligus walimahan myQers Jember akh_usil. Bener-bener ikan bawal diasinin alias bulan Syawal di kawinin he..he.. Barakallahu Laka Wa Barakallahu Alaika Wa Jama’a Bainakuma Fii Khair. Ditemani tiga orang myQers Jember (kaila, atikmeilin dan raniah) menjelajah kota Pisang dari pagi sampai menjelang Duhur. Sempat masuk angin juga menemani mpok Atik, tumben-tumbenan saya mabok di perjalanan.

8 Syawal 1428 H

Kembali mendapat undangan spesial dari salah satu sahabat myQers di Kelapa Dua Depok (mas gio). Akhirnya bisa ketemu darat dengan para dedengkot myQuran seperti Pak IAF, anis_wn, geol, safwan, Lazios, Coal, -piss-, idrus, dan para akhwat yang cuma tahu idnya tapi tidak tahu orangnya hueheuhue, kalau pengen kenal mereka cekidot www.myquran.org Sempat nyasar juga euy, bablas ke terminal padahal sudah dikasih tahu untuk turun di perempatan Guna Dharma Syukurlah tidak menemui kesulitan untuk menemukan jalan yang benar.

Sehabis sholat Maghrib langsung pamitan ke tuan rumah (mas Gio) untuk bertolak ke Papua nyesel saya tidak membawa ghanimah yang masih berserakan di dapur secara di pesawat tidak ada konsumsi hanya diberi segelas air (“lha wong murah njaluk enak” huuuu..). Semua perhitungan meleset, sesampainya di Terminal Kampung Rambutan semua bus jurusan bandara sudah masuk garasi masing-masing, gleks *nelen ludah* Akhirnya naik taksi liar yang pasang tarif ampun-ampunan (tidak memakai argo, main tembak dan ga bisa ditawar) ya sudah daripada nangis bombay ketinggalan pesawat akhirnya saya naik juga.

9 Syawal 1428H

Finally, setelah lima jam diatas udara sampai juga di Pulau Cenderawasih. Welcome back to Papua. Matahari masih bersembunyi malu-malu diselimut fajar sedangkan para burung mulai mengepakkan sayap sembari bertasbih dan memuji rabbnya di pagi hari. Segarnya udara pagi, saatnya memulai kembali perjuangan di tanah ini bersama iringan doa ibu, ayah dan para saudara.

 

Dipostkan di Multiply pada 13 Oktober 2007 06:45 PM