Tags


Kawan, tahukah kalian bahwa bumi yang kita singgahi ini kira-kira telah berumur 4,54 milyar tahun? Di umurnya yang amat sangat lanjut, sudah terlalu banyak manusia melumuri wajahnya dengan noda hitam. Semakin pilulah ratapnya melebihi ketika Allah Swt memerintahkan malaikat Izrail mengambil tanah dari dirinya sebagai bagian dari penciptaan manusia pertama Nabi Adam a.s.Kawan, 70% ruang bumi diisi oleh air dan 30% sisanya adalah daratan yang kita diami. Tapi kenapa dunia mengalami krisis air bersih? Hampir 1,1 juta orang (dalam hitungan kasar adalah 20% dari populasi dunia) kesulitan untuk mendapatkan air bersih yang layak untuk diminum. WHO dan UNICEF pada tahun 2004 memperkirakan kurang lebih 4.500 anak terbunuh setiap hari dan 90% nya adalah balita

Kawan, sungai-sungai kini kehilangan kuarsanya. Tiada lagi wajah tampan yang terpantul dari cermin beningnya, berganti warna hitam dan cokelat berbaur dengan sampah. Tak heran jika musim penghujan tiba, dia mencari jalannya sendiri meluapkan semua kekecewaan kepada manusia.

Kawan, hutanpun juga menjerit karena mahkota indahnya telah digunduli. National Geographic mencatat 80% hutan di bumi telah digunduli. Lebih dari 90% areal hutan hujan tropis di Afrika Barat menghilang sejak tahun 1900. Setali tiga uang dengan Brazil dan Indonesia dua negara yang mempunyai wilayah hutan hujan tropis terbesar di dunia. Pembalakan liar, kebakaran hutan, pembukaan lahan pertanian dan peternakan menjadi sebab utamanya. Fungsi hutan sebagai daerah resapan air dan paru-paru bumi menjadi tidak maksimal. Akibatnya? Banjir, tanah longsor, kabut asap dan apa yang sekarang  kita kenal dengan global warming.

Manusia sebagai aktor utama, yang diamanahi menjadi khalifah dimuka bumi yang sebelumnya ditawarkan kepada langit, bumi dan gunung-gunung tapi mereka enggan tiada yang sanggup memikulnya, malah membuat kerusakan dimana-mana. Ketika perzinahan menjadi hal yang jamak dilakukan, hubungan sesama jenis ala kaum Sodompun semakin mengukuhkan kerusakan akhlak manusia. Di Eropa sana, pernikahan sesama jenis bukanlah hal yang tabu dan bahkan telah dilegalkan oleh hukum. Masih kurang? hubungan suami isteri yang seharusnya dilakukan ditempat yang paling private pun sekarang sudah beralih di keramaian umum. Dan lagi-lagi hukum melegalkan perbuatan ini. Hukum yang dibuat oleh orang-orang yang jahil untuk mengakomodasi kepentingan orang-orang yang jahil pula.

Ah..kawan, perangpun turut mengambil peran menyayat-nyayat wajah bumi. Meninggalkan goresan luka dan tangis pilu anak-anak yang kehilangan orang tuanya serta jiwa-jiwa yang kehilangan pasangannya. Jerit penderitaan kaum yang kehilangan sebagian  anggota tubuhnya akibat terjangan meriam, rudal dan ranjau darat menjadi pelengkap kekejaman perang. Ketika nyawa manusia tak lebih berharga dari tumpukan uang kertas. Maka siapakah yang bisa menyelamatkan?

Wahai kawan, bersyukurlah jika cahaya iman dan Islam masih terus menyala didalam jiwa, karena dengan kembali kepada sang Penciptalah semua kerusakan bisa diperbaiki. Kembali kepada jalan yang lurus, dien yang haq. Berislam secara kaffah.

Kawan,
bumi sudah teramat renta
seandainya ia bisa berbicara
akan keluarlah segala sumpah serapah
mengutuki tiap-tiap manusia
yang ingkar lagi durjana

Dan bumipun hanya bisa menagis dalam diam
berkeluh kesah kepada penguasa semesta alam
tentang manusia-Nya  yang telah berlaku kejam

Sungguh kawan
Janji-Nya adalah benar
tak pernah satupun Dia kan ingkar
ketika adzab dunia dihampar
atau nyala api neraka yang membakar
untuk menghukum mereka yang berbuat onar

Amboi ngeri benar kawan,
tiada lagi tempat bersembunyi
ataupun melarikan diri
kecuali
bagi mereka yang bertaubat dan berserah diri

Kamar kost lantai tiga, ditemani kantuk dan permainan gitar seorang kawan.

referensi:
http://www.nationalgeographic.com/eye/deforestation/effect.html
http://www.lifesitenews.com/ldn/2008/oct/08101702.html
http://www.msnbc.msn.com/id/25218048/
http://www.nisnews.nl/public/080308_2.htm

Diposkan di Multiply pada 24 Oktober 2008 10:10 PM