Berawal dari obrolan singkat dengan sahabat saya menjelang tidur, sahabat saya bilang yang intinya kurang lebih “ketika seorang pria mulai tertarik kepada lawan jenisnya *swit..swit..* Apa yang mendorong ketertarikan tersebut? Apakah murni karena dia seorang wanita yang baik (tanpa melihat tampilan fisik) atau karena dorongan syahwat? Akhwat atau syahwat? Singkat tapi cukup sulit untuk dijawab Hmmph..Tak tahu nak ketik ape ni?! Jujur saya pribadi untuk pertama kali melihat physically dulu, baru setelah itu ke personality, attitude, dan seterusnya. Kalau ada akhwat cakep lewat reflek mata ini akan melirik  Memang demikian kenyataannya, pria lebih cenderung melihat kepada tampilan luar. Dalam surat Ali Imran ayat 3 Allah SWT berfirman “Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).”  Wanita berada diurutan pertama sodara-sodara.

Awal mulanya dari pandangan mata, itulah mengapa Allah memerintahkan kita untuk menjaga pandangan agar tidak terjatuh dalam perbuatan zina (QS. 24:30-31). Rasulullah SAW bersabda “Setiap anak Adam telah ditulis baginya bagian dari zina. Ia pasti melakukannya tanpa bisa dihindari, zina mata adalah memandang, zina lisan adalah berbicara, zina telinga adalah mendengar, zina tangan adalah menggunakannya, zina kaki adalah melangkah, jiwa berharap dan berhasrat, dan kemaluanlah yang membenarkan atau mendustakannya” (HR Bukhari dan Muslim).

Duh susahnya menjaga pandangan, apalagi ketika syahwat mulai ikut ambil bagian. Apakah syahwat itu? Sebagian orang mengartikannya dorongan seksual, namun secara etimologi syahwat adalah ke­cenderungan jiwa terhadap apa yang dikehendakinya, nuzu’ an nafs ila ma turiduhu. Syahwat adalah fitrah setiap manusia, jika seorang manusia tidak memiliki syahwat sama halnya dia tidak memiliki semangat untuk hidup. Namun syahwat yang tidak terkendali akan berubah menjadi hawa nafsu, dan hawa nafsu inilah yang menjerumuskan kita kepada api neraka. Menurut Rasulullah ketika seorang pria memandang secara tak sengaja kepada wanita yang bukan mahramnya, pandangan pertama itu dibolehkan namun yang kedua dan seterusnya adalah berdosa. Lebih celaka lagi jika memandang dengan taladzdzudz (menikmati) disertai syahwat, jatuhlah dalam bermaksiat dan zina seperti hadist di awal.

Setelah direnungi saya masih belum mampu menjaga pandangan dan hati ini. Begitu banyak godaan disekeliling kita, mulai dari orang-orang sekitar, media massa (koran, majalah, tabloid dsb), acara-acara televisi, maupun dunia maya yang saban hari diselancari. Semua punya potensi yang besar untuk melenakan, betul kan Ipin? Hah, betul..betul..betul.. *mode upin dan ipin on* Ah syetan memang pandai menjerumuskan manusia dengan berbagai cara. Syetan disini bukan cuma dari golongan jin tapi juga dari golongan manusia. Isk..isk..iiisk..*nyesel*

Akhiran, semoga dibulan Ramadhan ini kita lebih bisa menundukkan hawa nafsu, mengintropeksi diri atas semua dosa dan khilaf, menjaga hati untuk terus ingat kepada Allah, serta menambah keimanan kita bukan malah menguranginya dengan bermaksiat kepada Allah. Amiin

“Orang yang bijak adalah orang yang mampu menundukkan hawa nafsunya, mengintrospeksi dirinya dan beramal untuk menjadi bekal setelah matinya. Sedangkan orang yang lemah adalah orang yang menuruti hawa nafsunya lalu berangan-angan agar Allah (mengampuni dosa-dosanya).” (HR.Ahmad At-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Al-Hakim, Shahih).

Allahu Rabbi
Lena diri akan nikmatnya duniawi
Hingga terlupa hidup di akhirat nanti
yang akan berkekalan tetap abadi

Allahu Rabbi
Dalam pencarian hakikat diri
Sering ku dalam keadaan merugi
jatuh dalam maksiat dan menzinahi hati

Allahu Rahman
Tunjukilah hamba jalan kemenangan
Jalan para syuhada dan orang-orang yang beriman
Jalan yang lurus lagi membawa keselamatan

Lena diri fitnah syahwati

Untukmu ukhtiku
Sempat kunikmati senyum indahmu
Kadang kulamuni wajah ayumu
Bahkan dalam mimpi bunga tidurku

Duhai ukhti
Maafkan diri yang telah lalai
amanahkan pada aini
agar tetap tertunduk sampai saat berbuka nanti

“Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebagian yang lain…”

Ba’dha Subuh menanti pagi.

Diposkan di Multiply pada 20 September 2008 04:27 AM